blog ini adalah blog resmi uppkh kecamatan paguyangan. segala tetek bengek yang berhubungan dengan pkh paguyangan akan berusaha kami sampaikan agar dapat menjadi informasi dan pengalaman.
Selasa, 03 Desember 2013
UPPKH dan Bank Dunia Bahas Modul FDS untuk PKH
Bertempat di ruang pertemuan lantai tiga, Direktorat Jaminan Sosial, Kemensos, Salemba Jakarta, berlangsung diskusi para pertemuan pemangku kepentingan untuk membahas modul kegiatan Family Development Session (FDS) dalam Program Keluarga Harapan (PKH), khususnya untuk Modul Pendidikan dan Ekonomi. Diskusi berlangsung Kamis, 25 April 2013, dipimpin oleh Direktur Jaminan Sosial, Emmy Widayanti, dimoderatori oleh Oetami Dewi, Kasubdit BLTB. Turut serta dalam diskusi ini perwakilan Bappenas, Kemensos, tim PREM dan FPD dari Bank Dunia, GIZ, TNP2K, dan Koordinator Regional PKH dan tim studi FDS.
Pada pengantar diskusi, Direktur Jaminan Sosial, Emmy Widayanti, yang baru diangkat dan pada hari itu memulai tugasnya sebagai direktur, mengatakan bahwa 2013 PKH akan menjangkau 2,4 juta Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan tahun 20014 meningkat menjadi 3,2 juta.. Dijelaskan juga bahwa kepada peserta RSTM awal, 2007, akan dilakukan proses resertifikasi untuk menentukan fase pendampingan kepada RTSM , tersebut apakah masuk pada fase graduasi atau fase transisis. Dan bagi yang fase graduasi akan dihubungkan dengan FDS . “Keberadaan modul FDS sangat penting. Sudah lama ditunggu, khususnya penggunaan pada peserta yang akan memasuki fase graduasi” ujar Emmy.
Oetami Dewi, dalam penjelasan awal diskusi menyampaikan bahwa Bank Dunia telah bersedia membantu UPPKH untuk penyusunan modul FDS dan konsep implementasinya. “Ini adalah pertemuan lanjutan, dan kali ini difokuskan pada konten pendidikan dan ekonomi rumah tangga” kata Oetami.
Sementara itu Louisa Fernandez, Social Development Bank Dunia, saat mempresentasikan modul FDS menjelaskan subsansi modul FDS dikembangkan berdasarkan hasil riset lapangan dan identifikasi kebutuhan peserta PKH, khususnya berdasarkan kunjungan ke Provinsi Sulawesi Utara dan DIY. “Temuan dan hasil diskusi dengan penerima manfaat, fasilitator PKH, staf kesehatan dan pendidikan di lapangan cukup relevan untuk menetapkan materi yang dimasukkan dalam modul FDS ini” kata Luisa. “Finding from the field, a mother said how to help a child who cannot read when the mother also cannot read” ungkap Luisa menyebutkan satu isu dalam modul pendidikan. Untuk aspek pendidikan modul ini akan terbagi 4 tema, yaitu Good Parenting, Young Children’s Behavior, Playing and Learning together, dan Success in School. Sedangkan untuk aspek ekonomi keluarga modul akan memuat soal Financial Literacy dan Micro Entrepreneurship.
Berapa masukan, catatan kritis dan penting disampaikan diungkapkan peserta. Ester, Bappenas, menyatakan perlu materi dengan audiennya seluruh anggota keluarga, ibu, bapak dan anak secara bersamaan. Rizal Zulkifli, Korwil PKH menyampaikan perlu ada fase tambahan untuk melatih para pendamping lapangan agar konsep pendampingan mengarah ke konsep FDS. Dormaringan HS, GIZ menyampaikan agar isu dan strategi mengakses sumber pendanaan untuk usaha skala RT dan dukungan ketrampilan, ditambahkan. Mardi, Korwil PKH menambahkan agar keterkaitan dengan program pemberdayaan, KUBE misalnya, dapat tersampaikan dalam modul. Selain itu dibahasa juga soal evaluasi, efektifitas, gender, pemanfaatan pertemuan bulanan peserta PKH, strategi implementasi dan lain-lain. Chitrawati Buchori, dari tim FDS Bank Dunia menyampaikan beberapa penjelasan dan klarifikasi.
Moderator, dalam catatan penutupnya menyampaikan semangat FDS diarahkan pada community empowerment sehingga perlu keterkaitan FDS dengan program-program pemberdayaan “Masukan sangat baik, beberapa yang implementatif segera bisa dimasukkan dalam modul, tetapi beberapa yang konseptual akan dikaji lebih lanjut” kata Oetami.
Saat menutup diskusi, Direktur Jamsos memberikan catatan penting untuk ditindaklanjuti. Termasuk menjelaskan soal rencana keterkaitan PKH dengan program KUBE. Mengulang slogan PKH, Emmy menjelaskan semangat implementasi PKH yang kerap ditegaskan oleh Menteri Sosial. “Anak tidak boleh miskin” kata Direktur penutup diskusi. (dhs)(http://pkh.depsos.go.id/index.php/2012-05-28-03-57-34/453-fds)
Rabu, 23 Oktober 2013
Minggu, 20 Oktober 2013
Tahap 3 tahun 2013
Alhamdulillah...
setelah sekian lama menunggu dan harus menenangkan warga yang terus-terusan menanyakan pencairan PKH, akhirnya...
tanggal 8 Oktober 2013 samapi 10 Oktober 2013 kemarin, PKH Kecamatan Paguyangan dan POS Paguyangan telah berhasil mencairkan dana bantuan bersyarat untuk alokasi pendidikan dan kesehatan warga yang terdaftar sebagai anggota PKH Kecamatan Paguyangan.
sebanyak 1.707 keluarga yang masih menjadi peserta PKH secara bergilir dan rapi mendatangi Kantor Pos Paguyangan untuk bisa mengambil hak mereka, dana bantuan dari pemerintah yang dialokasikan dalam Program Keluarga Harapan.
Semoga program ini benar-benar bisa menjadi pemutus mata rantai kemiskinan di Indonesia, semakin adil Indonesia, semakin sejahtera Indonesia.
Program Keluarga Harapan, mraih keluarga sejahtera dan anakku tidak boleh miskin...
Minggu, 06 Oktober 2013
Menteri Sosial: Peran Ibu Sangat Signifikan dalam PKH
Dalam pengarahannya, Salim menyampaikan bahwa Conditional Cash Transfer (CCT) di berbagai negara, terbukti menurunkan angka kemiskinan. “Pengalaman Brazil memperlihatkan bahwa CCT berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 34,2%” kata Menteri Sosial. Selain itu disampaikan juga bahwa kelompok ibu sangat signifikan dalam keberhasilan program PKH ini. “Peran ibu sangat penting untuk mendukung pendidikan anak-anak, agar angk PKH dapat bersekolah dengan bangga. Testimoni para ibu seperti di video itu. Dampaknya sangat nyata, mereka bisa berusaha” kata Menteri seraya mengapresiasi tayangan video yang ditampilkan sebelum pengarahan. Salim menmbahkan setelah RTSM masuk anggota PKH, banyak perubahan positif. Terjadi peningkatan angka kehadiran anak di sekolah, turunya angka bolos, akses kesehatan meningkat.
Terkait peran daerah, Mensos menegaskan perlunya dukungan dan sinergi, di pusat dan daerah. “Tanpa adanya kerjasama yang baik, dengan berbagia lintas sektor dan pemangku kepentingan, tentu saja tujuan PKH sulit diwujudkan” tandasnya. Pada kesempatan itu, Mensos juga mengapresiasi keberhasilan PKH di berbagai daerah, dengan pemberian PKH Award 2013. Kabupaten Bima, Pasuruan, Kutai Barat dan Propinsi Kalimantan Timur adalah daerah-daerah yang mendapat PKH Award 2013 pada Rakornas IV.
Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan, Direktur Jenderal Jaminan dan Perlindungan Sosial, Kemensos, Andi Zainal Dulung, menyampaikan Rakornas IV, berlangsung dari tanggal 22-24 Mei 2013, diikuti oleh 340 peserta yang berasal dari 79 Kabupaten/Kota dan Propinsi. Meliputi Propinsi Bali, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Peserta yang hadir adalah pengambil kebijakan yang berasal dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kantor Agama. Tujuannya adalah untuk membangun kesepahaman antar Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah terhadap proses transformasi PKH, sosialiasi proses tranformasi PKH bagi daerah yang bergabung 2007-2007 dan sosialiasi PKH bagi daerah yang bergabung tahun 2013. Andi menjelaskan setelah Rakornas IV, akan diadakan Rakornas II yang bertempat di Bandung, Jawa Barat. Khusus untuk Propinsi NTT yang seharusnya peserta Rakornas IV, namun karena bersamaan dengan agenda pemilihan gubernur, delegasinya akan bergabung pada Rakornas II. Rakornas IV juga dimeriahkan oleh penampilan seni dan tari fasilitator PKH dari Kabupaten Bima dan Sumbawa, serta tarian lokal yang dibawakan oleh anak-anak (dhs).
Kamis, 27 Juni 2013
PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI INDONESIA
Pemerintah saat ini memiliki berbagai program penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi mulai dari program penanggulangan kemiskinan berbasis bantuan sosial, program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat serta program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan usaha kecil, yang dijalankan oleh berbagai elemen Pemerintah baik pusat maupun daerah.
Untuk meningkatkan efektifitas upaya penanggulangan kemiskinan, Presiden telah mengeluarkan Perpres No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan hingga 8 % sampai 10 % pada akhir tahun 2014.
Terdapat empat strategi dasar yang telah ditetapkan dalam melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan, yaitu:
- Menyempurnakan program perlindungan sosial
- Peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar
- Pemberdayaan masyarakat, dan
- Pembangunan yang inklusif
- Klaster I - Program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga
- Klaster II – Program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat
- Klaster III – Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro dan Kecil
sumber : http://tnp2k.go.id/program/sekilas/
Rabu, 19 Juni 2013
BREBES MENJADI PILOT PROJECT PKH PRESTASI DI INDONESIA
Program Keluarga Harapan yang digulirkan Pemerintah Pusat sejak tahun 2011 yang lalu, dinilai cukup berhasil dalam membantu meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan kategori Rumah Tangga Sangat Miskin ( RTSM ), dengan kewajiban tertentu. Namun demikian, pengembangan program terus diupayakan, antara lain dengan mengadakanProgram PKH Prestasi dengan mengambil dua kabupaten di tanah air, yaitu Kabupaten Sikka di NTT dan Kabupaten Brebes, sebagai proyek percontohan.
PKH Prestasi adalah singkatan dari Program Keluarga Harapan Progresif Pengentasan Gizi, yaitu Program kerjasama dalam upaya menanggulangi dan menurunkan Stunting ( ukuran tumbuh kembang bayi dibawah normal diukur dari panjang tubuh ) anak di bawah 2 tahun ( baduta ), dengan jalan meningkatkan kualitas Pelayanan Gizi pada ibu hamil dan baduta pada RTSM peserta PKH. Hal ini menjadi prioritas, mengingat pada periode bawah dua tahun merupakan periode emas tumbuh kembang anak yang dapat diintervensi melalui perbaikan gizi dan kesehatannya.
Dengan menyesuaikan kondisi daerah, melalui PKH Prestasi, Brebes menargetkan dapat mengurangi prevalensi stunting anak balita khususnya dari RTSM hingga 5 % sampai tahun 2014, untuk selanjutnya dapat direplikasi daerah lain dalam rangka peningkatan kualitas kesehatan, khususnya dalam rangka penanggulangan prevalensi stunting, sehingga kedepannya dapat menjadi generasi bangsa yang sehat dan berkualitas.
Tidak kalah pentingnya, adalah upaya pendekatan dari para pendamping program serta komunikasi yang aktif melalui berbagai media baik formal maupun non formal yang ada di tengah masyarakat, untuk dapat menumbuhkan pemahaman yang baik terhadap program ini, sehingga masyarakat dapat menerima dan bekerjasama dengan baik.
Di samping itu, Diperlukan pula komitmen yang tinggi dari semua fihak, mulai dari Pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat dan tokoh – tokoh agama / tokoh masyarakat dengan kapasitasnya masing-masing, agar program ini dapat berjalan dengan sukses. (Yayu)
Senin, 14 Januari 2013
Kemensos Unggulkan Program 'Keluarga Harapan' di 2013
"Program ini diikuti sekitar 40 negara yang ada saat ini. Bantuan langsung tunai bersyarat untuk negara yang kategorinya miskin," ujar Salim, usai memberikan
keterangan pers di kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (08/01).
keterangan pers di kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (08/01).
Kenapa dikatakan bahwa program keluarga harapan menjadi program unggulan ?
Salim menjelaskan, program ini memberikan kontribusi untukmillenium development gold bagaimana seorang ibu dapat bekerjasama dengan bapak untuk berperan membawa anaknya ke sekolah, ke pos yandu, daerah yang sudah direalisasikan program keluarga harapan ini adalah daerah yang anaknya banyak pergi ke sekolah.
"Anak yang terdidik dengan bagus, memiliki kesehatan yang bagus, anak tersebut tidak mengalami nasib seperti orang tuanya masalah kemiskinan tadi, jadi untuk memotong mata rantai kemiskinan, maka program keluarga harapan inilah dapat dijadikan jembatan untuk memerangi kemiskinan, " imbuh Mensos.
Sementara, kabupaten sejahtera adalah kabupaten yang mampu untuk meningkatkan dan mensejahterakan masyarakat di kabupaten tersebut.
"Kesejahteraan masyarakatnya berupa rumah yang disediakan layak huni, penanganan lansia yang sangat baik, yang ramah lansia, dan semuanya itu harus ditangani secara baik dan manusiawi, " ungkapnya.
Sementara program bedah kampung yang dijalankan oleh kementerian sosial , saat ini sudah memenuhi target sebanyak dua puluh ribu.
"Tahun ini, kemensos menargetkan akan membedah kampung menjadi lebih banyak hingga seratus ribu," tegasnya.(fy7)
(http://suaraindonesia.co/nasional/5113/kemensos-unggulkan-program-keluarga-harapan-di-2013)
Rabu, 19 Desember 2012
Program Keluarga Harapan PKH Brebes: Persiapan Pencairan Bantuan PKH Tahap IV Tahun 201...
Program Keluarga Harapan PKH Brebes: Persiapan Pencairan Bantuan PKH Tahap IV Tahun 201...: UPPKH BREBES - Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah berjalan sejak 2011 lalu di kabupaten Brebes, dalam tahun kedua ini...
Kamis, 29 November 2012
12 Anak Peserta PKH Raih Prestasi
Semoga berita berikut dapat menginspirasi para pendamping untuk terus memtivasi KSM binaannya, terutama yang memiliki anak usia sekolah agar anaknya berprestasi. Turu berbangga.
cekit dot....
Laporan Reporter Tribun Jogja, Chatarina Binarsih
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman Sri Purnomo menyerahkan hadiah kepada 12 anak peserta PKH yang berprestasi, yakni empat anak berprestasi tingkat nasional, tiga anak berpretasi tingkat propinsi dan lima anak berprestasi tingkat kecamatan.
Penyerahan hadiah dilakukan dalam acara Syawalan Keluarga Besar Program Keluarga Harapat ( PKH ) di Balai Desa Margoluwih Seyegan Kamis (30/8/2012).
Anak anak yang berprestasi tersebut diantaranya Wahyu Jayantoni Mahardika/Titik Maryati (anggota Club sepakbola AMS juara I se DIY, sekarang di pelatnas Pelita Jaya, dari SMP kelas III Muhammadiyah Seyegan), Qoid Tsaqib Hasan/Warsumi (memperoleh piala walikota Surabaya, juara tingkat nasional senam antar club), Muh Insan/Sri Sayuti (juara I Panahan pemula putra, juara II Porda DIY 2011), Riana Novida Juariah (juara II lari 200 M tuna grahita putri).
Selain itu juga diberikan hadiah kepada beberapa peserta PKH yang berprestasi di tingkat propinsi dan kecamatan diantaranya kepada Joko Jarwanto /Wartini dari Pogung Lor Mlati yang merah juara II Tenis Meja Se Kab Sleman dan juara II Se Propinsi DIY.
Sedangkan yang berprestasi di tingkat kecamatan diantaranya Rahmad Aji Sabarno/Ngatinah dari Gamping yang meraih NEM tertinggi se Kecamatan Gamping yaitu 28,35.(*)
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman Sri Purnomo menyerahkan hadiah kepada 12 anak peserta PKH yang berprestasi, yakni empat anak berprestasi tingkat nasional, tiga anak berpretasi tingkat propinsi dan lima anak berprestasi tingkat kecamatan.
Penyerahan hadiah dilakukan dalam acara Syawalan Keluarga Besar Program Keluarga Harapat ( PKH ) di Balai Desa Margoluwih Seyegan Kamis (30/8/2012).
Anak anak yang berprestasi tersebut diantaranya Wahyu Jayantoni Mahardika/Titik Maryati (anggota Club sepakbola AMS juara I se DIY, sekarang di pelatnas Pelita Jaya, dari SMP kelas III Muhammadiyah Seyegan), Qoid Tsaqib Hasan/Warsumi (memperoleh piala walikota Surabaya, juara tingkat nasional senam antar club), Muh Insan/Sri Sayuti (juara I Panahan pemula putra, juara II Porda DIY 2011), Riana Novida Juariah (juara II lari 200 M tuna grahita putri).
Selain itu juga diberikan hadiah kepada beberapa peserta PKH yang berprestasi di tingkat propinsi dan kecamatan diantaranya kepada Joko Jarwanto /Wartini dari Pogung Lor Mlati yang merah juara II Tenis Meja Se Kab Sleman dan juara II Se Propinsi DIY.
Sedangkan yang berprestasi di tingkat kecamatan diantaranya Rahmad Aji Sabarno/Ngatinah dari Gamping yang meraih NEM tertinggi se Kecamatan Gamping yaitu 28,35.(*)
sumber : http://jogja.tribunnews.com/2012/08/31/12-anak-peserta-pkh-raih-prestasi
Selasa, 27 November 2012
Lima Daerah di Jateng Sasaran PPA PKH
SEMARANG, suaramerdeka.com - Lima daerah di Jateng
menjadi sasaran kegiatan Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga
Harapan (PPA PKH), yakni Kabupaten Brebes, Wonogiri, Pemalang, Cilacap,
dan Sragen. Program Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Kemenakertrans) yang sudah berlangsung sejak 2008 itu digelar dalam
rangka percepatan penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng Petrus Edison Ambarura menyatakan, PKH merupakan program nasional terkait pemberian bantuan langsung tunai kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM). Di mana, pada RTSM banyak ditemukan pekerja anak yang bekerja pada bentuk-bentuk pekerjaan terburuk.
Kondisi demikian tentu bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak secara sosial maupun psikologis. Menurut dia, dalam program ini, pekerja anak dari RTSM yang putus sekolah akan ditarik dari tempat kerjanya melalui pendampingan di shelter (tempat pembinaan bagi peserta PPA) dan dikembalikan ke dunia pendidikan.
Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Meski program sudah berlangsung sejak tahun 2008, Jateng baru mengikuti PPA PKH pada tahun 2012. Di mana, nantinya terdapat 1.050 pekerja anak yang ditarik dari tempat kerjanya. "Kelima daerah dijadikan sasaran kegiatan, ini telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Setiap kabupaten nantinya akan menarik pekerja anak 210 yang ditempatkan di tujuh shelter selama satu bulan," katanya.
Program tersebut kini sudah memasuki pelatihan 150 orang pendamping di Hotel Horison Semarang, tepatnya mulai Minggu hingga Rabu (15-18/4). Usai pelatihan, mereka akan ditempatkan di area Jateng dan DI Yogyakarta. Pelatihan pendamping PPA PKH tersebut dibuka oleh Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaaan, Kemenakertrans, Adji Dharma. Secara nasional, program ini menargetkan sasaran menarik pekerja anak dari RTSM sebanyak 10.750 anak. Mereka tersebar di 84 kabupaten/ kota di 21 provinsi.
Selain Jateng, beberapa provinsi lain yang menggelar program serupa adalah Jatim, Jabar, DKI, dan Yogyakarta. "Data-data sudah disiapkan, mereka (anak-anak- ) ini rata-rata bekerja di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan tangkap. Kami targetkan bulan Mei mendatang, anak-anak sudah masuk shelter sehingga pada tahun ajaran baru 2012/ 2013 mereka diharapkan sudah bisa ditempatkan di sekolah-sekolah," tandasnya. Upaya pengentasan kemiskinan memang harus melibatkan berbagai macam sektor, karenanya Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan turut digandeng menyukseskan program ini.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng Petrus Edison Ambarura menyatakan, PKH merupakan program nasional terkait pemberian bantuan langsung tunai kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM). Di mana, pada RTSM banyak ditemukan pekerja anak yang bekerja pada bentuk-bentuk pekerjaan terburuk.
Kondisi demikian tentu bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak secara sosial maupun psikologis. Menurut dia, dalam program ini, pekerja anak dari RTSM yang putus sekolah akan ditarik dari tempat kerjanya melalui pendampingan di shelter (tempat pembinaan bagi peserta PPA) dan dikembalikan ke dunia pendidikan.
Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Meski program sudah berlangsung sejak tahun 2008, Jateng baru mengikuti PPA PKH pada tahun 2012. Di mana, nantinya terdapat 1.050 pekerja anak yang ditarik dari tempat kerjanya. "Kelima daerah dijadikan sasaran kegiatan, ini telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Setiap kabupaten nantinya akan menarik pekerja anak 210 yang ditempatkan di tujuh shelter selama satu bulan," katanya.
Program tersebut kini sudah memasuki pelatihan 150 orang pendamping di Hotel Horison Semarang, tepatnya mulai Minggu hingga Rabu (15-18/4). Usai pelatihan, mereka akan ditempatkan di area Jateng dan DI Yogyakarta. Pelatihan pendamping PPA PKH tersebut dibuka oleh Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaaan, Kemenakertrans, Adji Dharma. Secara nasional, program ini menargetkan sasaran menarik pekerja anak dari RTSM sebanyak 10.750 anak. Mereka tersebar di 84 kabupaten/ kota di 21 provinsi.
Selain Jateng, beberapa provinsi lain yang menggelar program serupa adalah Jatim, Jabar, DKI, dan Yogyakarta. "Data-data sudah disiapkan, mereka (anak-anak- ) ini rata-rata bekerja di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan tangkap. Kami targetkan bulan Mei mendatang, anak-anak sudah masuk shelter sehingga pada tahun ajaran baru 2012/ 2013 mereka diharapkan sudah bisa ditempatkan di sekolah-sekolah," tandasnya. Upaya pengentasan kemiskinan memang harus melibatkan berbagai macam sektor, karenanya Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan turut digandeng menyukseskan program ini.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Selasa, 23 Oktober 2012
Program Keluarga Harapan PKH Brebes: Mensos: PKH Berkontribusi Besar Bagi Pencapaian MD...
Program Keluarga Harapan PKH Brebes: Mensos: PKH Berkontribusi Besar Bagi Pencapaian MD...: Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan kontribusi yang besar bag...
Diutarakan, upaya untuk mengejar pertumbuhan masing-masing daerah sangat penting. Tapi, program-program saja tidak cukup. Perlu disusun program yang langsung diarahkan kepada orang miskin. Misalnya, program yang dilakukan secara nasional seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Keluarga Harapan (PKH), dan lainnya.
Menurut Wapres Boediono, pertumbuhan ekonomi, investasi juga sangat penting, tapi tidak menjamin dampaknya akan langsung dirasakan atau diterima orang atau kelompok yang diinginkan. Oleh karenanya, perlu program khusus yang memang mengintervensi masyarakat miskin.
Di sisi lain, dikemukakan Wapres Boediono, perlu sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mengurangi kemiskinan. Kuncinya adalah koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi sehingga sasaran yang akan dicapai bisa lebih optimal. [D-12]
[BANDUNG] Pemerintah terus berupaya mengurangi angka kemiskinan di dalam negeri. Namun, pada intinya itu bukan hanya mengenai angka semata, tapi lebih kepada upaya menyejahterakan rakyat.
Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengutarakan, mengurangi kemiskinan adalah sasaran bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah. Itu menjadi salah satu indikator kesuksesan daerah hingga negara.
“Namun, bukan hanya soal angka. Akhir yang kita inginkan adalah rakyat yang benar-benar sejahtera,” tutur Wapres Boediono saat memberi pengarahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Bandung, Jawa Barat Kamis (2/12) malam.
Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengutarakan, mengurangi kemiskinan adalah sasaran bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah. Itu menjadi salah satu indikator kesuksesan daerah hingga negara.
“Namun, bukan hanya soal angka. Akhir yang kita inginkan adalah rakyat yang benar-benar sejahtera,” tutur Wapres Boediono saat memberi pengarahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Bandung, Jawa Barat Kamis (2/12) malam.
Diutarakan, upaya untuk mengejar pertumbuhan masing-masing daerah sangat penting. Tapi, program-program saja tidak cukup. Perlu disusun program yang langsung diarahkan kepada orang miskin. Misalnya, program yang dilakukan secara nasional seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Keluarga Harapan (PKH), dan lainnya.
Menurut Wapres Boediono, pertumbuhan ekonomi, investasi juga sangat penting, tapi tidak menjamin dampaknya akan langsung dirasakan atau diterima orang atau kelompok yang diinginkan. Oleh karenanya, perlu program khusus yang memang mengintervensi masyarakat miskin.
Di sisi lain, dikemukakan Wapres Boediono, perlu sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mengurangi kemiskinan. Kuncinya adalah koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi sehingga sasaran yang akan dicapai bisa lebih optimal. [D-12]
Senin, 22 Oktober 2012
PENCAIRAN TAHAP KE 3 TAHUN 2012
Kamis, 18 Oktober 2012 di Kantor POS Paguyangan Kabupaten Brebes sebanyak 1745 perwakilan dari RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) peserta PKH (Program Keluarga Harapan) di wilayah Kecamatan Paguyangan telah menerima bantuan tunai yang besarnya sesuai dengan kategori keluarga yang dibiayai oleh PKH.
Bantuan yang diterima bagi yang membiayai anak SD sebesar 100.000 untuk yang membiayai anak SMP sebesar 200.000 dan untuk yang membiayai balita atau ibu hamil sebesar 200.00. Jumlah bantuan bagi keluarga diakumulasikan sesuai dengan kategori keluarga yang dibiayai dan tercantum namanya dalam daftar PKH.
Penyerahan bantuan PKH dibagi dalam dua kloter, hari pertama adalah jadwal pencairan untuk Desa Paguyangan, Taraban, Pagojengan, Pakujati, Kedungoleng, Kretek dan juga Cipetung. Sedangkan hari ke dua adalah jadwal untuk Desa Ragatunjung, Pandansari, Winduaji, Wanatirta dan Cilibur.
Semoga bantuan yang diberikan oleh PKH dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh RTSM.
Jayalah Negeriku....!!!
Sejahteralah Bangsaku...!!!
Minggu, 15 Juli 2012
PKH PEDULI POLITIK
Tepatnya tanggal 11 Juli 2012, dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati telah resmi mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Brebes. Dengan dihiasi berbagai deklarasi dan kontrak politik, masing-masing calon mengajak kepada seluruh kader, simpatisan dan juga tim suksesnya untuk turut menyaksikan detik-detik pendaftaran pasangan calon. Hingga saat ini, berarti yang terdaftar sebagai Dua pasang bakal calon itu adalah pasangan H Agung Widyantoro SH Msi – H
Athoilah Syatori SE MSi, dan pasangan Hj Idza Priyanti AMd – Narjo.
Pasangan H Agung Widyantoro- H Athoillah diusung koalisi Partai Golkar,
PPP, PAN, PKB dan Hanura. Adapun Hj Idza Priyanti – Narjo diusung
koalisi partai PDIP, PKS, Gerindra dan didukung Partai Demokrat (Suara Merdeka, 12 Juli 2012).
Dari pendaftaran itu, selanjutnya KPUD mulai 13-18 Juli akan
melakukan verifikasi terhadap berkas pada bakal calon yang telah
dimasukan. Hasil verifikasi itu nantinya akan diumumkan kepada tim para
bakal calon untuk dilakukan perbaikan, jika ditemukan berkas yang belum
lengkap. Perbaikan itu dimulai sejak 19 Juli – 1 Agustus mendatang.
Setelah itu, KPUD melakukan verifikasi ulang terhadap berkas calon yang
sudah diperbaiki.
Kini, meskipun belum saatnya bagi masing-masing calon untuk berkampanye namun masyarakat yang sangat haus dengan informasi membutuhkan sosialisasi dari orang-orang yang akan mereka pilih menjadi pemimpin mereka di antero Brebes ini. Kini saatnya Brebes memilih, siapa yang layak, siapa yang pantas, jargon bagi keduanyapun telah ditetapkan. TAAT untuk Agung dan Athoilah dan IDJO untuk Idza dan Narjo.
Semoga siapapun yang menjadi pemimpin Brebes nantinya bisamembawa Brebes kepada perubahan yang lebih baik lagi. Yang tidak kalah penting juga adalah komitmen untuk terus membantu Program Keluarga Harapan beserta seluruh pihak yang ada didalamya.
Sejahteralah Bangsaku...!!!!!
Jayalah Negeriku...!!!!!
Jayalah Negeriku...!!!!!
Sabtu, 14 Juli 2012
Menjelang Pencairan dg Sistem Baru
Setelah sistem baru dalam proses pencairan dana bantuan PKH disosialisasikan oleh pusat yang kemudian diteruskan kepada para pengurus keluarga peserta Program Keluarga Harapan, saatnya action. Namun harapan beberapa RTSM/KSM yang menanti bantuan PKH cair sebelum ajaran baru dimulai nampaknya akan kandas. Mereka kembali harus bersabar untuk bisa menerima dana bantuan dari pemerintah ini untuk bisa digunakan untuk melengkapi kebutuhan seklah anak-anaknya yang saat ini akan memasuki tahun ajaran baru.
Beberapa hal yang kadang tak dapat dimengerti oleh RTSM/KSM sebagai rakyat kecil dianggap menjadi penyebab dana bantuan ini harus tertunda pencairannya. Lagi-lagi pendamping PKH yang harus pandai-pandai dalam menjelaskan dan memberikan pengertian kepada mereka, ibu-ibu pengurus keluarga peserta PKH. Semoga pengunduran ini menjadi kesempatan untuk bisa berbenah bagi semua. Normalnya sesuatu yang ditunda, bisa lebih baik dan lebih matang lagi persiapannya.
Terus jalani komitmenmu wahai para peerta PKH, lupakan sejenak hakmu. Tuhan tidak tidur, rejekimu tak akan tertukar kepada orang lain, ketika pun tidak sesuai dengan apa yang kau harapkan, ingatlah, terkadang apa yang meurut kita baik itu belum tentu baik menurut penilaian Tuhan. Program Keluarga Harapan, meraih keluarga sejahtera....
Sejahteralah Bangsaku...!!!!!
Jayalah Negeriku...!!!!!
Jumat, 22 Juni 2012
Yang Baru di 2012
sehubungan surat dari pusat (22/06/2012) tentang mekanisme pelaksanaan pembayaran bantuan RTSM di tahap II Tahun 2012, ada perubahan dalam sistem pengurangan (red: sebagai konsekuensi peserta yang tidak memenuhi komitmen/ tanggung jawab PKH). Hal ini sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) yang menjadi peserta PKH, dimana pemerintah mulai memahami bahwa di bulan bulan ini (red: trimester 2 tiap tahun) kebutuhan ekonomi rumah tangga semakin tinggi karena berbarengan dengan tahun ajaran baru pendidikan.
Ada yang berbeda dengan nominal yang diterima oleh peserta PKH, perbedaan mekanisme ini dapat ditanyakan kepada kordinator pendamping PKH di tingkat kabupaten di masing-masing lokasi. Surat edaran dari pusat ini dianggap lebih menguntungkan bagi peserta PKH dan diharapkan dapat mempercepat penghapusan kemiskinan di Negara Indonesia ini, khususnya di Kabupaten Brebes.
Sejahteralah Bangsaku....!!!!!
Jayalah Indonesiaku.....!!!!!
Selasa, 27 Maret 2012
Menjelang Pencairan PKH Tahap I Tahun 2012
Selasa, 27 Maret 2012 UPPKH Kabupaten Brebes bersama dengan Kepala Pos Cabang dan seluruh Pendamping PKH se Brebes Selatan melakukan rapat koordinasi membahas jadwal untuk pencairan dana PKH tahap I di tahun 2012. Rencana pencairan yang tadinya akan dilaksanakan Bulan Maret ini kemungkinan besar akan kembali diundur di Bulan April, tepatnya awal April menurut Tim UPPKH Kabupaten Brebes.
Peserta PKH dan Pendamping yang sudah menunggu tibanya waktu pencairan akhirnya dipaksa untuk kembali bersabar dengan diputuskannya ketentuan saat pencairan ini. Semoga pencairan di tahap ini akan berjalan lebih lancar, tanpa ada kendala yang berarti. Program Keluarga Harapan, Meraih Keluarga Sejahtera...
Peserta PKH dan Pendamping yang sudah menunggu tibanya waktu pencairan akhirnya dipaksa untuk kembali bersabar dengan diputuskannya ketentuan saat pencairan ini. Semoga pencairan di tahap ini akan berjalan lebih lancar, tanpa ada kendala yang berarti. Program Keluarga Harapan, Meraih Keluarga Sejahtera...
Sabtu, 10 Maret 2012
Iklan Program Keluarga Harapan (PKH)
Ngiklan PKH (Program Keluarga Harapan) di blog dulu ah....
Boleh lho ikutan nyanyiin lagunya, dijadiin mars juga bisa.
Program Keluarga Harapan, Anakku tidak boleh miskin....
Minggu, 04 Maret 2012
pembagian sembako di paguyangan
Tanggal 27 Februari tahun 2012 Kecamatan Paguyangan telah membagikan paket sembako kepada 900 (sembilan ratus) warga miskin di lingkungan wilayah Kecamatan Paguyangan. Bantuan sembako tersebut diberikan kepada beberapa warga miskin yang berasal dari 12 desa di Kecamatan Paguyangan. PKH sebagai salah satu tangan panjang dari kementerian sosial turut membantu pelaksanaan pembagian sembako tersebut. Pendamping PKH turut serta dalam kegiatan penyerahan bantuan sembako yang dihadiri oleh Bupati Brebes H. Agung Widiantoro, S.H., M.Si. Dalam acara tersebut Bupati Brebes memberikan secara simbolis bantuan paket sembako tersebut kepada perwakilan 12 desa di Kecamatan Paguyangan (masing-masing desa satu orang).
Diharapkan bantuan sembako ini benar-benar dapat membantu kebutuhan hidup bagi keluarga miskin yang telah mendapatkan. Namun bantuan sembako ini semoga tidak menjadi bumerang yang kemudian akan mengajarkan kepada masyarakat desa untuk menjadi orang yang gemar meminta-minta. Warga tetap diharapkan terus berusaha untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian mereka masing-masing dengan cara yang benar dan juga tidak meninggalkan ajaran agama yang telah diketahui.
Semoga warga masyarakat khususnya Kecamatan Paguyangan akan terus berubah menjadi masyarakat yang lebih baik, lebih arif dan lebih sejahtera. Majulah bangsaku Bangkitlah negeriku....!!!!!
Kamis, 23 Februari 2012
rekruitmen dinsos
KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JAMINAN SOSIAL
PENGADAAN TENAGA AHLI PKH 2012
No : 129a /JS/II/2012
Panitia Rekruitmen Tenaga Ahli Program Keluarga harapan (PKH) membuka lowongan kebutuhan Tenaga Ahli pada Direktorat Jaminan Sosial dengan rincian sebagai berikut :
selengkapnya klik
Program Keluarga Harapan PKH Brebes: Habib Lutfi : TUNJUKAN FANATISME INDONESIA
Program Keluarga Harapan PKH Brebes: Habib Lutfi : TUNJUKAN FANATISME INDONESIA: www.brebeskab.go.id/ Humas - Merah putih, bukan hanya sekadar warna dari bendera Indonesia. Tetapi memiliki makna yang tinggi bagi k...
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Bertempat di ruang pertemuan lantai tiga, Direktorat Jaminan Sosial, Kemensos, Salemba Jakarta, berlangsung diskusi para pertemuan pemangku ...
-
Program Keluarga Harapan PKH Brebes: Habib Lutfi : TUNJUKAN FANATISME INDONESIA : www.brebeskab.go.id/ Humas - Merah putih, bukan hanya seka...
-
Dinhubkominfo - Masalah gizi buruk masyarakat yang sering ditemui dan diangkat di media massa ternyata tidak hanya berdampak buruk dalam ja...
-
Ngiklan PKH (Program Keluarga Harapan) di blog dulu ah.... Boleh lho ikutan nyanyiin lagunya, dijadiin mars juga bisa. Program Keluarga ...
-
SEMARANG, suaramerdeka.com - Lima daerah di Jateng menjadi sasaran kegiatan Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga Harapan (PPA PKH), y...
-
KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JAMINAN SOSIAL PENGADAAN TENAGA AHLI PKH 2012 No : 129a /JS/II/2012 Panitia Rekruitmen Te...
-
Kisah perjalanan tim pkh paguyangan (red: uppkh kecamatan Paguyangan) selama tahun 2011, dari saat penyortiran form validasi, pembagi...
-
Program Keluarga Harapan PKH Brebes: Mensos: PKH Berkontribusi Besar Bagi Pencapaian MD... : Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Salim Segaf ...
-
barokallohu laka wa baroka 'alaika wa jami'a bainakuma fii khoirin... salah satu pendamping uppkh kecamatan paguyangan telah melang...
-
Setelah sistem baru dalam proses pencairan dana bantuan PKH disosialisasikan oleh pusat yang kemudian diteruskan kepada para pengurus kelua...
